Universitas Gunadarma
Fakultas Ekonomi
Tugas makalah ilmu budaya dasar
Disusun
oleh :
NAMA
: AKHLA RUSDIANA
NPM : 10214703
KELAS : 1EA32
JURUSAN :
MANAGEMENT
DOSEN : ARSI BINAWATI, Spsi
I.
KATA PENGANTAR
Puji syukur selalu saya panjatkan
kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan segala rahmat dan kemudahan
sehingga saya dapat menyelesaikan makalah mata kuliah Ilmu Budaya Dasar dengan
tema “orientasi nilai budaya dan perubahan kebudayaan di Indonesia”.
Dalam makalah ini terdapat bahasan
bagaimana nilai-nilai budaya di Indonesia dan dampak akan perubahan kebudayaan
yang terjadi di Indonesia pula. Walaupun sedikit banyak pembahasan ini saya
kutip dari pihak lain, namun pemahaman saya akan Ilmu Budaya Dasar lumayan
bertambah dari sebelumnya.
Tidak lupa pula saya ucapkan terima
kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, juga saya ucapkan
terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberi saya sedikit banyak
informasi akan hal ini sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan
baik dan tepat waktu.
Demikian makalah ini saya susun, semoga
bisa bermanfaat bagi kita semua dan menjadi tambahan informasi pula. Terima
kasih.
II.
DAFTAR ISI:
KATA PENGANTAR.................................................................................. I.
DAFTAR
ISI.............................................................................................. II.
LATAR BELAKANG................................................................................... III.
TUJUAN................................................................................................... IV.
PEMBAHASAN......................................................................................... V.
ANALISIS
SWOT....................................................................................... VI.
KESIMPULAN........................................................................................... VII.
SARAN..................................................................................................... VIII.
DAFTAR
PUSTAKA................................................................................... IX.
III.
LATAR
BELAKANG
Banyak
dari masyarakat Indonesia yang menganggap “kebudayaan” sebagai “kesenian”, meskipun
sebenarnya kita semua memahami bahwa kesenian hanyalah sebagian dari
kebudayaan. Hal ini tentulah karena kesenian memiliki bobot besar dalam
kebudayaan, kesenian sarat dengan kandungan nilai-nilai budaya, bahkan menjadi
wujud dan ekspresi yang menonjol dari nilai-nilai budaya.
Dan di
tengah maraknya arus globalisasi yang masuk ke Indonesia, melalui cara cara
tertentu membuat dampak positif dan dampak negatif nya sendiri bagi bangsa
Indonesia. Terutama dalam Bidang Kebudayaan. Karena semakin terkikisnya nilai -
nilai budaya kita oleh pengaruh budaya asing yang masuk ke negara kita.
Oleh karena
itu, untuk meningkatkan ketahanan budaya bangsa, maka pembangunan nasional
perlu bertitik-tolak dari upaya-upaya pengembangan kesenian yang mampu
melahirkan “nilai-tambah kultural”. Pakem-pakem seni (lokal dan nasional) perlu
tetap dilanggengkan, karena berakar dalam budaya masyarakat.
Kebudayaan
lokal Indonesia yang sangat beranekaragam menjadi suatu kebanggaan sekaligus
tantangan untuk mempertahankan serta mewarisi kepada generasi selanjutnya.
Budaya lokal Indonesia sangat membanggakan karena memiliki keanekaragaman yang
sangat bervariasi serta memiliki keunikan tersendiri. Seiring berkembangnya
zaman, perubahan pola hidup masyakat cenderung lebih modern. Akibatnya,
masyarakat lebih memilih kebudayaan baru yang mungkin dinilai lebih praktis
dibandingkan dengan budaya lokal.
IV.
TUJUAN
Tujuan
dibuatnya makalah ini adalah untuk mengulas betapa pentingnya kebudayaan lokal
yang seharusnya dapat dilestarikan terus-menerus tetapi pada kenyataannya lebih
diabaikan oleh sebagian masyarakat Indonesia dan dampak apa aja yang
ditimbulkan dari perubahan kebudayaan yang terjadi di Indonesia.
V.
PEMBAHASAN
Orientasi
Nilai Budaya di Indonesia
Nilai budaya merupakan nilai yang
telah disepakati dan tertanam dalam suatu masyarakat lingkup organisasi,
lingkungan masyarakat, yang mengakar pada suatu kebiasaan, kepercayaan, simbol,
dengan karakteristik tertentu yang dapat dibedakan satu dan lainnya sebagai
acuan perilaku dan tanggapan atas apa yang akan terjadi atau sedang terjadi.
Orientasi nilai budaya di Indonesia,
seperti yang diketahui Indonesia merupakan bangsa timur yang terkenal oleh bangsa
barat dengan keramahannya, kesopanannya dan mempunyai sifat - sifat yang saling
peduli dan tolerir.
Biarpun begitu semakin berkembangnya
zaman, mulai ada pergeseran pergeseran nilai budi perkerti yang seharusnya
dimiliki oleh bangsa timur ini mulai mencontoh sedikit demi sedikit kebudayaan
bangsa barat seperti pakaian dan cara hidup. banyak yang tidak menyadari bahwa
pergeseran ini merupakan hal fatal yang seharusnya tidak terjadi. dan mulai
menggantikan kebudayaan lama yang selalu sopan dengan orang yang lebih tua
malah sekarang bisa berbicara dengan luwes seperti orang yang seumuran, tetapi
dibalik itu semua memang selalu ada hal baik dan hal buruk yang bisa kita
ambil, dan penilaian itu selalu berbeda antar pribadi itu sendiri.
Tindakan
Nyata Orientasi Nilai Budaya di Indonesia
·
Memakai baju
adat bagi orang - orang yang tinggal di suku dalam yang sama sekali tidak
tersentuh oleh perkembangan teknologi yang sudah begitu majunya saat ini,
biarpun orang lain terkadang memandang mereka ketinggalan zaman, tetapi menurut
mereka hidup mereka yang apa adanya menjalaninya dari cara hidup nenek
moyangnya telah menghadirkan nilai budaya yang selalu berbeda dari ujung
sumatra sampe ujung papua.
·
Tinggal di
rumah panggung yang selalu ditempati oleh nenek moyang mereka, makanan makanan
khas yang mempunyai cita rasa berbeda pasti akan selalu menjadi ciri khas
mereka dan kita pun tak akan heran sebagai warga indonesia karena kita memang
tahu dan mengalami sendiri orientasi budaya kita bangsa Indonesia dan berharap
agar terus bisa melestarikannya hingga tak termakan oleh perkembangan zaman.
Perubahan kebudayaan
Pengertian perubahan kebudayaan
adalah suatu keadaan dalam masyarakat yang terjadi karena ketidak sesuaian
diantara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan
yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan.
Contoh:
Masuknya mekanisme pertanian
mengakibatkan hilangnya beberapa jenis teknik pertanian tradisional seperti
teknik menumbuk padi dilesung diganti oleh teknik “Huller” di pabrik
penggilingan padi. Peranan buruh tani sebagai penumbuk padi jadi kehilangan
pekerjaan.
Semua terjadi karena adanya salah satu atau beberapa unsur budaya yang
tidak berfungsi lagi, sehingga menimbulkan gangguan keseimbangan didalam
masyarakat. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian yaitu : kesenian,
ilmu pengetahuan, teknologi dan filsafat bahkan perubahan dalam bentuk juga
aturan-aturan organisasi social. Perubahan kebudayaan akan berjalan
terus-menerus tergantung dari dinamika masyarakatnya.
Ada faktor-faktor yang mendorong dan menghambat perubahan kebudayaan yaitu:
·
Mendorong
perubahan kebudayaan
Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi mudah berubah, terutama unsur-unsur teknologi dan ekonomi ( kebudayaan material).Adanya individu-individu yang mudah menerima unsur-unsur perubahan kebudayaan, terutama generasi muda. Adanya faktor adaptasi dengan lingkungan alam yang mudah berubah.
Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi mudah berubah, terutama unsur-unsur teknologi dan ekonomi ( kebudayaan material).Adanya individu-individu yang mudah menerima unsur-unsur perubahan kebudayaan, terutama generasi muda. Adanya faktor adaptasi dengan lingkungan alam yang mudah berubah.
·
Menghambat perubahan kebudayaan
Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi sukar berubah
seperti: adat istiadat dan keyakinan agama ( kebudayaan non material)
Adanya individu-individu yang sukar menerima unsur-unsur perubahan terutama generasi tua.
Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi sukar berubah
seperti: adat istiadat dan keyakinan agama ( kebudayaan non material)
Adanya individu-individu yang sukar menerima unsur-unsur perubahan terutama generasi tua.
Ada juga
faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan kebudayaan :
1. Faktor intern
• Perubahan Demografis
Perubahan demografis disuatu daerah biasanya cenderung terus bertambah, akan mengakibatkan terjadinya perubahan diberbagai sektor kehidupan, c/o: bidang perekonomian, pertambahan penduduk akan mempengaruhi persedian kebutuhan pangan, sandang, dan papan.
• Konflik sosial
Konflik social dapat mempengaruhi terjadinya perubahan kebudayaan dalam suatu masyarakat. Misalnya konflik kepentingan antara kaum pendatang dengan penduduk setempat didaerah transmigrasi, untuk mengatasinya pemerintah mengikutsertakan penduduk setempat dalam program pembangunan bersama-sama para transmigran.
• Bencana alam
Bencana alam yang menimpa masyarakat dapat mempngaruhi perubahan contohnya: bencana banjir, longsor, letusan gunung berapi masyarkat akan dievakuasi dan dipindahkan ketempat yang baru, disanalah mereka harus beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan budaya setempat sehingga terjadi proses asimilasi maupun akulturasi.
• Perubahan lingkungan alam
Perubahan lingkungan ada beberapa faktor misalnya pendangkalan muara sungai yang membentuk delta, rusaknya hutan karena erosi atau perubahan iklim sehingga membentuk tegalan. Perubahan demikian dapat mengubah kebudayaan hal ini disebabkan karena kebudayaan mempunyai daya adaptasi dengan lingkungan setempat.
• Perubahan Demografis
Perubahan demografis disuatu daerah biasanya cenderung terus bertambah, akan mengakibatkan terjadinya perubahan diberbagai sektor kehidupan, c/o: bidang perekonomian, pertambahan penduduk akan mempengaruhi persedian kebutuhan pangan, sandang, dan papan.
• Konflik sosial
Konflik social dapat mempengaruhi terjadinya perubahan kebudayaan dalam suatu masyarakat. Misalnya konflik kepentingan antara kaum pendatang dengan penduduk setempat didaerah transmigrasi, untuk mengatasinya pemerintah mengikutsertakan penduduk setempat dalam program pembangunan bersama-sama para transmigran.
• Bencana alam
Bencana alam yang menimpa masyarakat dapat mempngaruhi perubahan contohnya: bencana banjir, longsor, letusan gunung berapi masyarkat akan dievakuasi dan dipindahkan ketempat yang baru, disanalah mereka harus beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan budaya setempat sehingga terjadi proses asimilasi maupun akulturasi.
• Perubahan lingkungan alam
Perubahan lingkungan ada beberapa faktor misalnya pendangkalan muara sungai yang membentuk delta, rusaknya hutan karena erosi atau perubahan iklim sehingga membentuk tegalan. Perubahan demikian dapat mengubah kebudayaan hal ini disebabkan karena kebudayaan mempunyai daya adaptasi dengan lingkungan setempat.
2. Faktor ekstern
• Perdagangan
Indonesia terletak pada jalur perdagangan Asia Timur denga India, Timur Tengah bahkan Eropa Barat. Itulah sebabnya Indonesia sebagai persinggahan pedagang-pedagang besar selain berdagang mereka juga memperkenalkan budaya mereka pada masyarakat setempat sehingga terjadilah perubahan budaya dengan percampuran budaya yang ada.
• Penyebaran agama
Masuknya unsur-unsur agama Hindhu dari India atau budaya Arab bersamaan proses penyebaran agama Hindhu dan Islam ke Indonesia demikian pula masuknya unsur-unsur budaya barat melalui proses penyebaran agama Kristen dan kolonialisme.
• Peperangan
Kedatangan bangsa Barat ke Indonesia umumnya menimbulkan perlawanan keras dalam bentuk peperangan, dalam suasana tersebut ikut masuk pula unsur-unsur budaya bangsa asing ke Indonesia.
• Perdagangan
Indonesia terletak pada jalur perdagangan Asia Timur denga India, Timur Tengah bahkan Eropa Barat. Itulah sebabnya Indonesia sebagai persinggahan pedagang-pedagang besar selain berdagang mereka juga memperkenalkan budaya mereka pada masyarakat setempat sehingga terjadilah perubahan budaya dengan percampuran budaya yang ada.
• Penyebaran agama
Masuknya unsur-unsur agama Hindhu dari India atau budaya Arab bersamaan proses penyebaran agama Hindhu dan Islam ke Indonesia demikian pula masuknya unsur-unsur budaya barat melalui proses penyebaran agama Kristen dan kolonialisme.
• Peperangan
Kedatangan bangsa Barat ke Indonesia umumnya menimbulkan perlawanan keras dalam bentuk peperangan, dalam suasana tersebut ikut masuk pula unsur-unsur budaya bangsa asing ke Indonesia.
VI. ANALISIS SWOT
·
Kekuatan nilai budaya di indonesia
(STRENGT)
·
Keragaman budaya di Indonesia dapat
menjadi suatu daya tarik wisatawan asing untuk sekedar mengunjungi bahkan
mempelajari kebudayaan tersebut.
·
Ragam budaya tersebut memiliki keunikan
tersendiri, misalnya meliputi tari-tarian daerah, makanan khas daerah, dan
sebagainya.
·
Perilaku masyarakat Indonesia yang
ramah&santun pun menjadi salah satu kekuatan terhadap wisatawan, sehingga
ketertarikan akan kebudayaan Indonesia semakin tinggi.
·
Kelemahan nilai budaya di Indonesia
(WEAKNESS)
·
Kurangnya apresiasi generasi muda
terhadap kebudayaan lokal.
·
Kurangnya pengetahuan akan kebudayaan.
·
Mudah terpengaruh oleh kebudayaan asing
yang lebih modern.
·
Tidak adanya kesadaran akan pentingnya
menjaga nilai budaya di Indonesia.
3. Peluang
nilai budaya di Indonesia (OPPORTUNITIES)
·
Mengikuti event yang berkaitan dengan
budaya di negara asing, agar kebudayaan di Indonesia dapat
dipandang&menjadi daya tarik wisatawan asing.
·
Memperkenalkan nilai-nilai budaya
Indonesia melalui hubungan langsung ataupun dengan media internet.
4. Tantangan
nilai budaya di Indonesia (TREATH)
·
Ikut berpartisipasi dalam
kegiatan-kegiatan kebudayaan yang ada.
·
Pemerintah&masyarakat pun harus
memiliki kesadaran penuh akan pentingnya menjaga nilai budaya Indonesia.
·
Membatasi diri terhadap kebudayaan asing
yang masuk ke Indonesia.
·
Mengapresiasikan nilai budaya tersebut
dalam kehidupan sehari-hari.
VII.
KESIMPULAN
Nilai kebudayaan &
keberagaman budaya lokal di Indonesia menjadi salah satu bukti bahwa Indonesia
adalah negara yang kaya akan kebudayan. Oleh karena itu, kita sebagai penghuni
negara ini harus terus melakukan berbagai upaya agar kebudayaan di Indonesia
tidak runtuh oleh pengaruh budaya asing yang masuk silih berganti. Sebagai
warga negara, kita pun diharapkan agar dapat memilah mana kebudayaan asing yang
ditiru maupun mana kebudayaan asing yang harus kita jauhkan dari pribadi diri.
Agar identitas negara pun tidak hilang dari diri masyarakat Indonesia itu
sendiri.
VIII.
SARAN
·
Lebih berusaha lagi menjaga nilai-nilai
budaya yang telah lama terkandung.
·
Berusaha menggali informasi dan potensi
diri lagi akan kebudayaan-kebudayaan di Indonesia.
·
Berusaha meningkatkan kesolidaritasan
diri terhadap sesama dalam menjaga kebudayaan Indonesia.
IX.
DAFTAR
PUSTAKA;
Tidak ada komentar:
Posting Komentar