Rabu, 18 Juni 2014

Terabaikan. ( Insp; -AlmaunNBA-)

Cinta....kenapa kau tinggalkan aku?
Takkan ada cinta seperti dirimu lagi. Saat aku sendiri, kau malah semakin menjauh. Ku begitu ingin kau memelukku untuk terakhir kalinya. Aku begitu menyayangimu walaupun aku tahu kamu takkan pernah peduli. Aku masih merindukanmu walaupun aku tahu kau terus menjauhi aku. Aku takkan sanggup menghapus segala bayangmu. Tapi kini, kurelakan kau pergi dariku. Kegembiraan yang aku rasakan saat memilikimu, telah berubah jadi kesedihan karna kehilanganmu. Mengapa diriku takkan pernah bisa melupakanmu? Dan mengapa dirimu yang selalu ada difikiranku? Mungkin salahku juga terlalu mencintaimu sampai mati.

Kuratapi kisahku dengan airmata. Kurenungi kisah kita dengan tangis senyum. Hati ini terlalu sakit, karna cintamu. Serpihan demi serpihan luka kurasa. Kepingan demi kepingan kuingat. Semakin ku kenang semakin hancur hati ini. Tapi mengapa, sampai sekarang aku masih bisa mencintaimu?
Bilur-bilur luka meleleh, harapan cinta mengental. Mencoba memperbaiki tangis dan menghapus airmata dipipi. Mengapa luka ini membuatku makin cinta? Kapankah airmata ini menjadi airmata yang bening dan tak keruh? Kapankah derai tangisku terhenti, menjadi satu yang terakhir.

Seharusnya aku tak perlu tangisi, seharusnya aku kuat. Harusnya aku tak perlu pertaruhkan airmata ini demi satu kenangan, dan masa yang telah pergi. Tapi mengapa, mengapa sampai sekarang aku tak bisa melupakannya? Mengapa terus jatuh dan menumpah airmata yang perihkan hati ini. Hatiku sekarang menjadi perasa. Airmata ini jatuh, jatuh untuk cinta yang telah mengabaikanku. Mataku yang menjadi saksi bagaimana airmataku jatuh untuknya.
Airmataku terus jatuh terlalu banyak dan menderai. Terlalu lama menetes dan terus menumpah. Aku sendiri, bersama lukaku yang tenggelam oleh suara tangisku. Dan bersama serpihan hati yang akan kubawa.......sampai aku mati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar