Kamis, 30 Oktober 2014

My Family

Hai, nama aku Akhla Rusdiana. Aku lahir di Jakarta tanggal 11 Mei 1996. aku anak pertama dari pasangan ibu Isnaini Rosita dan bapak Rifdha Hermawan. bisa dibilang aku cukup mempunyai keluarga besar karna aku 5 bersaudara. banyak yang bilang kalo punya banyak adik itu ribet, rame, sering gak akur dirumah. tapi menurut aku keluarga tetaplah keluarga. karna keluarga-lah tempat aku berteduh dan berbagi suka-duka.emang sihhh rumah aku bisa dibilang gak pernah sepi, tapi aku sangat bersyukur punya keluarga seperti mereka.

Aku mempunyai 3 orang adik perempuan dan 1 orang adik laki-laki. sebenernya dulu ibu sempet mengandung 1 orang adik lagi, tapi umurnya tidak bertahan, sampe akhirnya ibu keguguran. tapi semuanya udah jadi rencana Allah yang gabisa di ganggu gugat lagi.

Punya 1 adik laki-laki tuh ada enaknya ada enggaknya. ya kalo enaknya sih dia bisa kapan aja nganterin kemana pun yang aku minta. itupun kalo lagi akur hehe. kalo lagi akur banget tuh kadang aku cerita apapun yang aku pengen ceritain. kadang dia pun suka minta pendapat & minta ajarin pelajaran-pelajaran yang dia gak bisa. kalo gak enaknya sih suka ngajakin berantem terus. sering bikin emosi juga. tapi gimanapun baik&buruknya dia, dia tetep adik aku yang aku sayang. 
 

kalo ini, salah dua adik aku yang perempuan. yang besar itu adik aku yang sekarang duduk di bangku sekolah dasar kelas 5. dia yang paling sering bikin aku kesel kalo dirumah huhu tapi kalo lagi akur, kita sering banget jalan-jalan berdua hehe. kalo yang kecil, itu adik aku yang paling bontot, yang paling rempong, yang berisik, yang paling segalanya deh. dia juga salah satu moodboster aku kalo dirumah. duh kalo gak ada dia, rasanya ada yang kurang gimana gitu.

kalo yang satu lagi, adik perempuan aku yang duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar. dia satu-satunya adik aku yang paling tomboy. mungkin karna dulu ibu emang kepengen banget punya anak cowo tapi dikasih sama Allah anak perempuan lagi, jadi sikapnya jadi ke cowo-cowoan gini haha

itulah cerita singkat dan beberapa foto dari keluargaku. kalau ada kesempatan lagi, aku bakalan nulis lagi hehe see youuu



Senin, 27 Oktober 2014

Tari Baksa Kembang (Kalimantan Selatan)

Tari Baksa Kembang berasal dari daerah Banjar, Kalimantan Selatan sebagai tarian untuk menyambut tamu. Tari ini biasanya ditarikan oleh wanita, baik  tunggal dan dapat juga ditarikan  oleh beberapa penari wanita. Awal mulanya sekira abad 15 sebelum masehi, seorang pangeran bernama Suria Wangsa Gangga di kerajaan Dipa dan Daha di pulau Kalimantan mempunyai seorang kekasih bernama putri Kuripan. Satu peristiwa di waktu yang lain adalah saat putri Kuripan memberikan setangkai bunga teratai merah kepada pangeran. Peristiwa itu merupakan cikal bakal lahir tarian Baksa Kembang di Banjar provinsi Kalimantan Selatan.

Menurut Yurliani Johansyah, pakar tari klasik Banjar. Tari Baksa Kembang ada sejak sebelum pemerintahan Sultan Suriansyah raja pertama Kerajaan Banjar. Tarian ini diciptakan satu masa dengan tari Baksa lainnya, Baksa Dadap, Baksa Lilin, Baksa Panah dan Baksa Tameng pada zaman Hindu sebelum Islam datang.

Tarian Baksa Kembang adalah Tarian untuk menyambut tamu-tamu kehormatan atau kerabat-kerabat kerajaan. Tarian ini juga dilakukan oleh masyarakat umum dalam acara-acara pernikahan atau acara-acara adat. Awalnya tarian ini adalah tarian yang berada di lingkungan kerajaan. Pada satu waktu, kerajaan membuka akses kerajaan bagi masyarakat sehingga kebudayaan di kerajaan terbawa sampai masyarakat umum. Saat ini, tarian Baksa Kembang masih dipakai acara-acara untuk menyambut tamu-tamu yang dihormati meskipun masih banyak penari-penari tari Baksa Kembang belum memahami arti dan nilai Tarian Baksa Kembang. Baksa memiliki arti kelembutan. Tarian Baksa kembang adalah bentuk kelembutan tuan rumah dalam menyambut tamu yang dihormati. Sambutan tersebut dilakukan dengan cara Penari tari Baksa Kembang memberikan rangkaian bunga kepada tamu yang dihormati. Nilai-nilai tersebut merupakan transformasi dari cinta sepasang kekasih pangeran Suria Wangsa Gangga dengan putri Kuripan.    

Penari tari Baksa Kembang mesti ganjil. Selain itu, rangkaian bunga yang diberikan kepada tamu kehormatan merupakan rangkaian bunga perpaduan dari bunga mawar dan melati yang disebut oleh masyarakat setempat kembang Bogam.